<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>T3chnoloverS</title>
	<atom:link href="http://credox.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://credox.wordpress.com</link>
	<description>welcome IT lovers</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Nov 2009 14:09:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='credox.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>T3chnoloverS</title>
		<link>http://credox.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://credox.wordpress.com/osd.xml" title="T3chnoloverS" />
	<atom:link rel='hub' href='http://credox.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://credox.wordpress.com/2009/11/20/29/</link>
		<comments>http://credox.wordpress.com/2009/11/20/29/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 14:09:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>credox</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://credox.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[kalian smua pernah ngerasa kan, klo dah di depan komputer pasti pada lupa waktu, apa lagi klo dah facebook-kan,chatingan,atau maen game pasti lupa waktuh deh w yakin, nah kalo dah lama gitu kalian pasti pada ngerasa mata pada sakit n perih akibat terlalu lama di depan komputer, nah itu bahaya tu gak baik buat kesehatan!,oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=credox.wordpress.com&amp;blog=9716201&amp;post=29&amp;subd=credox&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="/DOCUME%7E1/STUDEN%7E1.WOR/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.png" alt="" /></p>
<p>kalian smua pernah ngerasa kan, klo dah di depan komputer pasti pada lupa waktu, apa lagi klo dah facebook-kan,chatingan,atau maen game pasti lupa waktuh deh w yakin, nah kalo dah lama gitu kalian pasti pada ngerasa mata pada sakit n perih akibat terlalu lama di depan komputer, nah itu bahaya tu gak baik buat kesehatan!,oleh sebab itu w punya tips wat ngejaga biar mata gak lelah n perih klo klamaan di depan komputer :</p>
<p>1. Jaga jarak pandang dari monitor.  Berada terlalu dekat dengan monitor memang sedikit membahayakan bagi mata kita. Seharusnya kita menjaga jarak pandang ke monitor kita dengan baik. Jarak yang disarankan adalah sekitar 20-40 inchi (50-100cm) dari mata.  Jika kita masih kesulitan membaca padahal monitor sudah berada pada jarak 20 inchi, cobalah untuk memperbesar font kita hingga kita merasa nyaman.</p>
<p>2. Singkirkan CRT, Beralih ke LCD  Monitor tabung (CRT) memang memberi efek yang lebih buruk dibanding LCD, selain energi yang dibutuhkan juga lebih besar. Cobalah mengganti monitor CRT kita dengan LCD.  Namun harga monitor LCD memang lebih mahal dibanding CRT. Bagi kita yang masih menyeyangi monitor CRT, ada baiknya kita membeli filter anti-radiasi. ini adalah solusi untuk mengurangi rasa nyeri mata akibat duduk berlama-lama di depan monitor, namun dengan harga yang murah.</p>
<p>3. Atur monitor setting  Beberapa monitor yang ada sekarang banyak menyediakan pre-set display mode, untuk memudahkan pengguna mengganti setting layar mereka. Pre-set setting tersebut memberi level brightnes yang berbeda, untuk menyesuaikan kondisi penggunaan monitor. Adakalanya manfaatkan hal tersebut.  Misal settingan seperti, &#8216;text&#8217; atau &#8216;internet&#8217; akan terasa lebih sejuk di mata, saat kita gunakan untuk mengetik ataupun browsing. Setingan &#8216;game&#8217; atau &#8216;movie&#8217; akan terlihat lebih terang saat digunakan.</p>
<p>4. Gunakan kacamata anti radiasi  Walau hal ini membutuhkan biaya yang relatif lebih mahal, namun ada baiknya saat memiliki cukup uang kita membeli kacamata anti-radiasi. Selain bisa dibawa kemanapun kita bekerja, kacamata ini tak hanya berguna saat kita bekerja di depan monitor, namuna juga melindungi mata dari cahaya lampu mobil, radiasi TV, dan sebagainya.  Faktanya lapisan anti-radiasi pada kacamata tersebut, sangat berguna bagi mata kita. Karena lapisan tersebut secara otomatis mengurangi efek nyeri di mata akibat radiasi cahaya berlebih.</p>
<p>5. Mengistirahatkan mata sejenak, secara berkala  Cara termudah menghindari mata lelah akibat radiasi monitor adalah mengistirahatkannya secara berkala. Cobalah untuk mengistirahatkan mata sekitar 5 menit tiap jamnya. Kita dapat menggunakan waktu 5 menit tersebut untuk berjalan-jalan, melihat pemandangan, mencuci muka dan sebagainya. Yang penting menjauh dari monitor.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/credox.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/credox.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/credox.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/credox.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/credox.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/credox.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/credox.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/credox.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/credox.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/credox.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/credox.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/credox.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/credox.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/credox.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=credox.wordpress.com&amp;blog=9716201&amp;post=29&amp;subd=credox&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://credox.wordpress.com/2009/11/20/29/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9274da3c2bba366bae94c8e9d9f85ac9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">credox</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/STUDEN%7E1.WOR/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Animasi</title>
		<link>http://credox.wordpress.com/2009/10/01/mengenal-animasi/</link>
		<comments>http://credox.wordpress.com/2009/10/01/mengenal-animasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 02:58:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>credox</dc:creator>
				<category><![CDATA[Animasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://credox.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah Animasi Dahulu orang untuk menjelaskan/mengekspresiakn sesuatu hanya dengan menggambarkannya pada dinding atau batu Namun seiring dengan perjalanan waktu manusia mencoba tidak hanya gambar tapi juga berupaya membuat karya artistiknya menjadi hidup dan bergerak. Sejak mula gambar babi hutan di dinding gua Altamira-Spanyol Utara hingga perjalanan kematian para Firaun adalah sebuah kronologi panjang yang dicoba [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=credox.wordpress.com&amp;blog=9716201&amp;post=3&amp;subd=credox&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Sejarah Animasi</strong></p>
<p align="justify">Dahulu orang untuk menjelaskan/mengekspresiakn sesuatu hanya dengan menggambarkannya pada dinding atau batu Namun seiring dengan perjalanan waktu manusia mencoba tidak hanya gambar tapi juga berupaya membuat karya artistiknya menjadi hidup dan bergerak. Sejak mula gambar babi hutan di dinding gua Altamira-Spanyol Utara hingga perjalanan kematian para Firaun adalah sebuah kronologi panjang yang dicoba untuk dikumpulkan sebagai bahan awal mula dari animasi.</p>
<p align="justify">Animasi, sebenarnya tidak akan terwujud tanpa didasari pemahaman mengenai prinsip fundamental kerja mata manusia atau dikenal dengan nama<strong> The Persistance of Vision</strong>. Seperti ditunjukan pada karya seorang Prancis <strong>Paul Roget (1828)</strong>, penemu <strong>Thaumatrope</strong>. Sebuah alat berbentuk kepingan yang dikaitkan dengan tali pegas diantara kedua sisinya. Kepingan itu memiliki dua gambar pada sisinya. Satu sisi bergambar burung, satu sisi lainnya bergambar sangkar burung. Ketika kepingan berputar maka burung seolah masuk kedalam sangkarnya. Proses ini ditangkap oleh mata manusia dalam satu waktu, sehingga mengekspose gambar tersebut menjadi gerak.</p>
<p align="justify">Dua penemuan berikutnya semakin menolong mata manusia. <strong>Phenakistoscope</strong>, ditemukan oleh <strong>Joseph Plateu (1826)</strong>, merupakan kepingan kartu berbentuk lingkaran dengan sekelilinganya di penuhi lubang-lubang dan gambar berbentuk obyek tertentu. Mata akan melihat gambar tersebut melalui cermin dan pegas membuatnya berputar sehingga satu serial gambar terlihat secara progresif menjadi gambar yang bergerak kontinyu. Teknik yang sama di tampilkan pada alat bernama <strong>Zeotrope</strong>, ditemukan oleh <strong>Pierre Desvignes (1860)</strong>, berupa selembar kertas bergambar yang dimasukan pada sebuah tabung.</p>
<p align="center"><img src="http://agesvisual.files.wordpress.com/2008/01/phenakistoscope.jpg?w=235&#038;h=297" alt="Phenakistoscope" width="235" height="297" /> <img src="http://agesvisual.files.wordpress.com/2008/01/zeotrope.jpg?w=224&#038;h=296" alt="Zeotrope" width="224" height="296" /></p>
<p align="center"><span style="color:#99cc00;"><strong>Phenakistoscope dan Zeotrope</strong></span></p>
<p align="justify">Pengembangan kamera gerak dan projector oleh <strong>Thomas Alfa Edison</strong> serta para penemu lainnya semakin memperjelas praktika dalam membuat animasi. Animasi akhirnya menjadi suatu hal yang lumrah walaupun masih menjadi “barang” mahal pada waktu itu. Bahkan <strong>Stuart Blackton</strong>, diberitakan telah membuat membuat film animasi pendek tahun <strong>1906</strong> dengan judul <strong>“Humourous Phases of Funny Faces”</strong>, dimana prosesnya dilakukan dengan cara menggambar kartun diatas papan tulis, lalu difoto, dihapus untuk diganti modus geraknya dan di foto lagi secara berulang-ulang. Inilah film animasi pertama yang menggunakan “stop-motion” yang dihadirkan di dunia.</p>
<p align="justify">Pada awal abad ke dua puluh, popularitas kartun animasi mulai menurun sementara film layar lebar semakin merajai sebagai alternatif media entertainment. Publik mulai bosan dengan pola yang tak pernah berganti pada animasi tanpa didalamnya terdapat story line dan pengembangan karakter. Apa yang terjadi pada saat itu merupakan kondisi dimana mulai terentang jarak antara film layar lebar dan animasi, kecuali beberapa karya misalnya <strong>Winsor McCay</strong> yang berjudul<strong> Gertie the Dinosaur, 1914.</strong> McCay telah memulai sebuah cerita yang mengalir dalam animasinya ditambah dengan beberapa efek yang mulai membuat daya tarik tersendiri. Hal ini juga mulai terlihat pada karya <strong>Otto Messmer, Felix the Cat.</strong></p>
<blockquote><p>“Plots? We never bothered with plots. They were just a series of gags strung together. And not very funny, I’m afraid.” – <strong>Dick Huemer, 1957</strong></p>
</blockquote>
<p align="justify">Pada era ini, cerita animasi masih banyak terpengaruh pola cerita klasik, mungkin masih terasa hingga saat ini. Tipikal ceritanya selalu dengan tokoh yang menjadi hero dan musuhnya. Industri animasi mulai kembali menanjak di Amerika manakala komersialiasi mulai merambah dunia tersebut. Cerita and strory line pun mulai beragam disesuaikan dengan demand publik. Industri-industri film raksasa mulai membuat standardisasi animasi yang laku di pasaran. Biaya produksi pun dapat ditekan dan tidak setinggi dulu. Akhirnya kartun mulai memasuki era manufaktur dipertengahan abad ke dua puluh.</p>
<h2><a title="Read Walt Disney" rel="bookmark" href="http://agesvisual.wordpress.com/2008/01/13/walt-disney/">Walt Disney</a></h2>
<div style="text-align:center;"><img src="http://agesvisual.files.wordpress.com/2008/02/disney-portrait.jpg?w=468" alt="Disney Portrait" /></div>
<p align="justify"><strong>Walt Disney</strong> atau dikenal dengan nama aslinya <strong>Walter Elias Disney</strong> lahir di Chicago, Illinois, 5 Desember 1901. Ayahnya, Elias Disney adalah seorang Irlandia–Canada. Ibunya Flora Call Disney, seorang Amerika keturunan Jerman. Walt adalah seorang anak dari lima bersaudara, empat lelaki dan satu perempuan. Dia adalah kreator yang menciptakan Mickey Mouse dan pendiri Disneyland serta Walt Disney World.</p>
<p align="justify">Dalam kariernya selama 43 tahun di Hollywood, dimana dia melakukan pengembangan media gambar gerak (motion picture) setahap demi setahap dan menjadikannya sebagai karya seni Amerika, Walt Disney, sang pendongeng modern, memantapkan dirinya dan produk yang diciptakannya sebagai bagian dari budaya asli Amerika.</p>
<p align="justify"><strong>David Low, </strong>seorang kartunis politik dari Inggris menyebut Disney sebagai <strong>“the most significant figure in graphic arts since Leonardo DaVinci.”</strong> Seorang pionir, inovator, dan penjaga kualitas bagi berkembangnya imajinasi-imajinasi diseluruh dunia.</p>
<p align="justify">Walt Disney, bersama para staff-nya, menerima lebih dari 950 penghargaan dan citation dari berbagai Negara, termasuk didalamnya 48 Academy Award dan 7 Emmy selama hidupnya. Walt, sendiri secara pribadi menerima banyak penghargaan termasuk didalamnya penghargaan akademis dari Harvard, Yale, the University of Southern California dan UCLA; the Presidential Medal of Freedom; France’s Legion of Honor dan Officer d’Academie decorations; Thailand’s Order of the Crown; Brazil’s Order of the Southern Cross; Mexico’s Order of the Aztec Eagle; dan penghargaan the Showman of the World Award dari the National Association of Theatre Owners.</p>
<p align="justify">Dibesarkan di sebuah pertanian dekat Marceline, Missouri, Walt telah tertarik dengan menggambar sejak usia dini, pernah menjual sketsa pertama yang dibuat pada tetangganya ketika baru berusia tujuh tahun. Saat bersekolah di McKinley High School di Chicago, Walt menyalurkan perhatiannya pada photography dan menggambar serta mengkontribusikan kedua kemampuannya untuk majalah sekolah. Walt berharap akan melanjutkan kuliah di sebuah Akademi Seni Rupa.</p>
<p align="justify">Pada tahun 1918, Walt mendaftarkan dirinya menjadi sukarelawan militer. Ditolak, sebab dia masih berusia 16 tahun. Akhirnya Walt bergabung dengan Palang Merah dan mengantar dirinya berkeliling dunia. Walt mengendarai sebuah ambulance palang merah, pada bagian perbagian body ambulance-nya dihiasi dengan gambar dan kartun bukan dengan loreng kamuflase perang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/credox.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/credox.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/credox.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/credox.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/credox.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/credox.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/credox.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/credox.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/credox.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/credox.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/credox.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/credox.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/credox.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/credox.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=credox.wordpress.com&amp;blog=9716201&amp;post=3&amp;subd=credox&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://credox.wordpress.com/2009/10/01/mengenal-animasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9274da3c2bba366bae94c8e9d9f85ac9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">credox</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://agesvisual.files.wordpress.com/2008/01/phenakistoscope.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Phenakistoscope</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://agesvisual.files.wordpress.com/2008/01/zeotrope.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Zeotrope</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://agesvisual.files.wordpress.com/2008/02/disney-portrait.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Disney Portrait</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
